Hari itu, 19 November 2008, adalah hari pertama aku menginjakkan kaki di tempat ini. Hari yang penuh dengan gejolak di hati. Hari yang merupakan awal suatu perjalanan. Setelah hari itu, segala kekhawatiran tentang tempat ini digantikan oleh hari-hari yang penuh warna. Senyum, cemberut, kening berkerut, air mata, tawa, dan rona merah di pipi silih berganti menghiasi wajahku. Aku tak pernah menyangka demikian banyak perjumpaan dan pembelajaran yang Tuhan siapkan untukku di sini.
Sekarang, 2 tahun 8 bulan kemudian, setiap babak dalam masaku di sini muncul dalam kepala seperti film yang diputar mundur. Ingin kusimpan semua memori ini di dalam suatu hardware agar tidak hilang karena kepikunan. Masih sulit bagiku untuk membayangkan hari-hari ke depan dengan orang-orang yang bukan orang-orang yang bersamaku selama 2 tahun 8 bulan ini. Tetapi aku harus bergerak ke tempat lain yang Tuhan sudah siapkan untukku.
Ada waktu untuk datang, ada waktu untuk pergi.
Walaupun 1/0 hatiku masih tertinggal di sini, sekarang saatnya untuk mengucapkan:
Selamat tinggal Keerom. I’ll be missing you.